Wednesday, March 25, 2015

Alhamdullilah, Subhanallah...Serangan Saudi di Yaman ( hancurkan kafir Syi'ah ) Atas Perintah Raja Salman ( semoga Allah memuliakannya )

RIYADH - serangan militer Arab Saudi di Sanaa, Yaman, atas perintah Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz.Hal itu diungkap sejumlah sumber di pemerintahan Saudi seperti dilaporkan Al Arabiya, Kamis (26/3/2015).
Menurut laporan media Timur Tengah itu, Raja Salman telah memberikan perintahnya pada siang hari. Beberapa jam kemudian, pesawat-pesawat jet tempur Air Force One beraksi menggempur basis kelompok pemberontak Houthi di Sanaa, Yaman.
”Air Force One melakukan beberapa serangan udara terhadap basis kelompok Houthi di Yaman, menghancurkan sebagian besar kawasan pangkalan udara yang digunakan oleh milisi di Sanaa itu dan sebagian besar pertahanan udara mereka,” tulis media Timur Tengah itu mengutip sumber di pemerintahan Saudi. (Baca: Perang Dimulai, Saudi dan 9 Negara Teluk Bombardir Yaman)

Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat (AS), Adel al-Jubeir, kepada wartawan membenarkan bahwa pihak Kerajaan Arab Saudi telah melancarkan operasi militer berupak serangan udara di Yaman untuk melawan militan Houthi.
Kelompok Houthi sendiri dilaporkan sudah mendekati wilayah Aden, di mana Presiden Yaman, Mansour Hadi bersembunyi setelah Istana Presiden di Sanaa diserbu kelompok Houthi pada pekan lalu. (Baca juga: Agresi Militer Saudi Buat Perang di Yaman Melebar
Menurut Jubeir, selain Saudi, sembilan negara Teluk lainnya ikut melakukan agresi di Yaman untuk menyelamatkan pemerintahan Yaman yang sah di bawah kepemimpinan Presiden Hadi. ”Kami akan melakukan apa pun untuk melindungi pemerintah yang sah dari kejatuhan Yaman,” katanya.
Menteri Pertahanan Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman telah memperingatkan Ahmed Ali Abdullah Saleh, putra mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, terkait potensi perang di Aden.
Menteri Luar Negeri Yaman, Riad Yassine, mengatakan, bahwa operasi militer akan berlanjut sampai Houthi bersedia duduk dalam pembicaraan damai. Sementara itu, demonstrasi dilaporkan pecah di Hadramout dan Aden setelah Saudi meluncurkan agresi militer terhadap basis-basis kelompok Houthi.

Sejumlah komandan militer Houthi yang dilaporkan tewas dalam agresi militer Saudi di Yaman antara lain, Abdel Khalik Al-Houthi, Yousef al-Madani dan Youssel al-Fishi. Sedangkan Ketua Komite Revolusioner untuk Houthi, Mohammed Ali al-Houthi, terluka.

Presiden Yaman: Syiah Hutsi Paksakan Ajarannya Dengan Kekuatan Senjata

Aden. Presiden Yaman, Abd Rabbuh Manusr Hadi, Senin (23/3/2015) kemarin, mengatakan bahwa Syiah Hutsi memaksakan ajaran Syiah Imam Dua Belasnya dengan kekuatan senjata. Dalam melakukannya, Hutsi berkoordinasi dengan Iran.
Dalam pertemuannya dengan kepala-kepala suku Sunni di istana kepresiden di kota Aden, Hadi mengatakan bahwa ada koordinasi antara Syiah Hutsi dan Iran untuk memaksakan ajaran Syiah di Yaman. Dari awal, Hutsi sudah berkomitmen kepada Iran untuk menggagalkan dialog nasional yang berusaha mempersatukan Yaman pasca jatuhnya Presiden Ali Abdullah Saleh.
Lebih lanjut, Presiden Hadi mengatakan, “25 juta rakyat Yaman tidak akan menerima cara-cara yang dilakukan Syiah Hutsi. Apalagi mereka selalu meneriakkan slogan-slogan kematian untuk pihak-pihak yang menentangnya.”
Sebelumnya, Presiden Hadi telah melayangkan surat kepada para anggota Dewan Keamanan PBB. Dalam surat tersebut, Presiden Hadi menyatakan bahwa kalau dibiarkan, tindakan-tindakan Syiah Hutsi tidak hanya mengancam keamanan Yaman, tapi juga stabilitas keamanan Teluk dan internasional. (msa/dakwatuna/almoslim).

Ancaman Kafir Syi'ah [semoga Allah memusnahkannya]



Pembesar Hutsiyin : Kalau Arab Saudi Macam-Macam dengan Kami, Tamatlah Riwayat Mereka

SANAA (gemaislam) – Kelompok pemberontak Hutsiyin yang kini menguasai ibukota Yaman, mengeluarkan pernyataan bernada ancaman kepada pemerintahan Arab Saudi. Salah seorang anggota Dewan Politik kelompok ini, Muhammad Al-Bukhaity menyampaikan pernyataan ini sebagai peringatan agar Arab Saudi tak ikut campur dalam permasalaan dalam negeri Yaman.
Ancaman Al-Bukhaity ini datang tak lama setelah Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Saud Al-Faishal angkat bicara tentang kisruh keamanan di Yaman. Menurut Pangeran Saud, jika kondisi di Yaman tidak segera membaik, maka negara-negara kawasan Teluk akan segera melakukan “tindakan yang diperlukan”.
“Jika Arab Saudi ataupun negara lainnya turun memerangi kami, kami akan menghadapi mereka dengan gagah berani,” ujar Al-Bukhaity kepada stasiun televisi Al-Jazeera, Senin malam (23/3/2015).
Dengan nada sombong, Al-Bukhaity bahkan menyebutkan kalau sampai hal itu terjadi, maka riwayat keluarga Al-Saud di Jazirah Arab akan segera berakhir.
Saya katakan kepada Arab Saudi. Intervensi mereka dalam bentuk apapun akan menjadi tanggungan mereka sendiri. Saya tekankan, intervensi apapun akan menjadi akhir dari rezim Al-Saud di Semenanjung Arab,” tambah Al-Bukhaity.
Sebelumnya, Menlu Arab Saudi mengajak negara-negara kawasan untuk segera menyelesaikan kisruh di Yaman. Salah satu upayanya adalah dengan meminta kelompok Hutsiyin agar menarik seluruh pasukannya yang kini menguasai beberapa lembaga pemerintah di Yaman.