Wednesday, July 27, 2016

Jabhah Nusrah Resmi Akan Memisahkan Diri Dari Al-Qaidah ( Nama Baru Jabhah Fath Syam ), Ini Alasannya




Begini Cara Jabhah Nushrah Mendapatkan Senjata Dan Bergerilya

Jabhah Nusrah Resmi Akan Memisahkan Diri 
dari Al Qaidah

Jabhah Nusrah dalam waktu dekat akan mengumumkan perpisahan resmi dari Al-Qaidah, menurut beberapa sumber yang dikonfirmasi pada hari Senin (25/7).
Aktivis oposisi di Suriah selatan menginformasikan bahwa mereka mengharapkan pemisahan Jabhah Nusrah itu yang akan diumumkan segera. Menurut beberapa laporan, pemimpin kelompok itu Abu Muhammad Al-Jaulani akan menunjukkan dirinya kepada media.
Sumber dalam Nusrah, salah satu faksi yang paling efektif dalam perang sipil Suriah, mengatakan bahwa kelompok baru akan mengubah nama menjadi Jabhah Fatih Asy-Syam. Mereka juga menekankan kelompok itu akan kehilangan akses ke dana Al-Qaidah.
Rumor perpecahan telah beredar sejak Sabtu ketika Charles Lister, seorang analis Suriah, mengetweet bahwa Dewan Syura Nusrah telah memilih untuk memutuskan hubungan dengan Al-Qaidah, meskipun media resmi Nusrah belum berkomentar.
Reporter: Salem
Sumber: MEE

Ini Alasan Jabhah Nusrah Ingin Pisah dari Al-Qaidah

Dunia jihad Suriah beberapa hari ini diramaikan kabar akan berpisahnya Jabhah Nusrah dari organisasi Al-Qaidah. Meski belum ada pernyataan resmi dari salah satu faksi bersenjata paling menonjol di Suriah itu, namun berbagai sumber mengonfirmasi tersebut. Sumber-sumber itu mengatakan bahwa pemisahan Jabhah Nusrah dari Al-Qaidah akan diumumkan dalam beberapa jam ini.
Seorang sumber komandan Jabhah Nusrah mengungkapkan kepada portal baladi-news.com, Senin (25/07), para komandan telah melakukan konsolidasi dalam beberapa waktu terakhir membahas pemisahan Jabhah Nusrah dari Al-Qaidah Pusat dan berniat bergabung dengan lembaga sipil di Suriah.
Komandan yang disebut tidak ingin diungkap namanya untuk saat ini itu menjelaskan bahwa rencana pemisahan itu dibahas setelah melihat serangan rezim yang tak kunjung berhenti di wilayah-wilayah yang dibebaskan di Provinsi Idlib dan Aleppo atas dasar menyerang Jabhah Nusrah. Sehingga, banyak sipil yang menjadi korban. Selain itu, Jabhah Nusrah memandang lebih mementingkan persatuan di wilayah Syam.
“Hal itu untuk mencegah argumen serangan udara atas alasan menargetkan Jabhah Nusrah yang sudah dimasukkan dalam daftar teroris internasional. Kami juga ingin bergabung dengan lembaga sipil di Suriah,” ungkapnya menjelaskan.
Terkait nama pengganti, tambahnya, para komandan belum menyepakati. Setidaknya ada dua nama untuk menggantikan nama Jabhah Nusrah: Al-Harakah Al-Suriah dan Harakah Fathu Al-Syam. Adapun pengumuman pemisahan tidak ada penentuan waktu. Hal itu akan disampaikan langsung oleh pemimpin Syaikh Al-Fatih Al-Jaulani.
Dia menegaskan, tidak ada kepentingan politik dalam rencana pemisahan diri itu. Kami hanya ingin penargetan warga sipil di wilayah yang sudah dibebaskan segera dihentikan.
Sebagaimana diketahui, aktivis di dunia maya beberapa hari terakhir ramai membicarakan kabar pemisahan Jabhah Nusrah dari Al-Qaidah. Namun belum ada konfirmasi resmi dari Al-Qaidah terkait kabar tersebut.
Amerika Serikat dan PBB memasukkan Jabhah Nusrah ke daftar teroris internasional 2013 lalu setelah kelompok tersebut menyatakan baiat kepada Al-Qaidah. Hal itu melegalkan koalisi pimpinan AS menargetkan wilayah-wilayah di Suriah yang di dalamnya ada Jabhah Nusrah.
Reporter: Sulhi El-Izzi
Sumber: baladi-news.com

Al Nusra Resmi Berpisah dari Al-Qaidah

DAMASKUS - Kelompok militan Suriah, Jabhat Al-Nusra atau yang juga dikenal dengan Front Al-Nusra, mengumumkan berpisah dari Al-Qaeda.


Pengumuman itu disuarakan pemimpin Al-Nusra, Abu Mohammed al-Julani. Dalam rekaman video yang beredar, dia juga mengutarakan perubahan nama Jabhat Al-Nusra menjadi Jabhat Fateh Al-Sham atau Front Penaklukan Suriah.


Langkah itu, menurutnya, diperlukan untuk mengubah dalih yang digunakan Amerika Serikat dan Rusia selama ini untuk mengebom warga muslim Suriah.

Meski demikian, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat berkeras bahwa kelompok tersebut tetap merupakan organisasi teroris. Transformasi Jabhat Al-Nusra menjadi Jabhat Fateh Al-Sham, tambah Deplu AS, hanya pengubahan nama belaka.

Di lain pihak, Al-Qaeda menyambut baik langkah Abu Mohammed al-Julani. Orang kedua Al-Qaeda, Ahmed Hassan Abu al-Khayr, mengatakan Front Al-Nusra dipersilakan berpisah dari Al-Qaeda “demi melindungi kepentingan Islam, muslim, dan jihad.”


Pemimpin tertinggi Al-Qaeda, Ayman al-Zawahri, menambahkan, “Persaudaraan Islam lebih kuat dari ikatan organisasi yang berubah dan menghilang.”


Sejumlah analis menilai perubahan Jabhat Al-Nusra menjadi Jabhat Fateh Al-Sham disebabkan aksi AS dan Suriah yang terus menggencarkan serangan terhadap mereka.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menlu Rusia Sergei Lavrov menyepakati “langkah-langkah konkret” untuk melawan kelompok jihad, seperti Front Al-Nusra dan ISIS.

Front Al-Nusra pertama kali mengumumkan keberadaannya melalui sebuah rekaman video yang disebarkan di internet pada awal 2012, beberapa bulan setelah perang sipil di Suriah berkobar.

Pada April 2013, Front Al-Nusra menolak bergabung dengan ISIS dan memilih bersekutu dengan Al-Qaeda.

Perseteruan antara ISIS dan Front Al-Nusra sempat terjadi sehingga Al-Nusra terdesak ke Deir Ezzor, bagian timur Suriah.

Para pengamat memperkirakan anggota Front Al-Nusra mencapai 5.000 hingga 10.000 personel yang sebagian besar terdiri dari warga Suriah.
http://www.atjehcyber.id/2016/07/al-nusra-resmi-berpisah-dari-al-qaidah.html


Video Ini Menegaskan Al-Qaidah Tak Lagi 
Ada di Suriah

Aleppo – Rakyat Suriah berkumpul dan berteriak, tidak ada lagi Al-Qaidah, atas dasar apa (lagi) kalian membunuh kami. Seperti itulah isi sekelumit video yang dibagikan oleh Syaikh Abdullah Al-Muhaisini dalam channel telegramnya.
Video yang diunggah via youtube hari Jum’at, 29 Juli kemarin telah dilihat oleh lebih dari 3.000 viewer. Di dalamnya terlihat kerumunan rakyat Suriah menggelar orasi bersama memprotes tindakan Amerika Serikat di Suriah, yang melakukan serangan dengan alasan menyerang Al-Qaidah karena dianggap teroris.
Tak hanya orang dewasa, anak-anak kecil pun terlihat serempak meneriakkan ‘protes” mereka dalam Bahasa Inggris dipandu seorang orator. “No Qaidah, you kill us (tidak ada Al-Qaidah, (tidak ada alasan) kamu membunuh kami),” teriak mereka serempak.
Poster-poster yang dibawa pun semakin menunjukkan maksud mereka, bahwa tidak ada lagi alasan untuk membunuh dan menyerang mereka, Oh Obama No Qaida in Syria, If you kill, you kill us (Hai Obama, tidak ada Al-Qaidah di Suriah, jika kamu membunuh, berarti sama saja kamu membunuh kami).
Di akhir video, mereka lantas meneriakkan slogan persatuan berdasarkan ikatan Islam. “Wahid wahid wahid… Islam fi Suriah wahid. (Satu satu satu… Islam di Suriah satu),” kata mereka bersemangat.
Tampaknya video ini menjadi sebuah respon rakyat Suriah kepada dunia menyusul berlepasnya Jabhah Nushrah dari Al-Qaidah. Dari sini, mereka seolah menunjukkan bahwa tidak ada lagi Al-Qaidah di Suriah, tidak ada lagi alasan untuk menyerang ‘teroris’ di Suriah sehingga menewaskan warga sipil.
Rekaman video dapat dilihat di sini:



Reporter : Ibas Fuadi
Sumber : Youtube
http://www.kiblat.net/2016/07/30/video-ini-menegaskan-al-qaidah-tak-lagi-ada-di-suriah/